Opini (2)
C.
Karikatur
Karikatur merupakan sikap koran yang bersangkutan, terdapat pada bagian
opini. Berbeda dengan tajuk rencana dan pojok yang lebih menggunakan bahasa
yang ada. Pada karikatur yang berbicara adalah gambar dan seolah-olah gambar
tersebut menyerupai tokoh yang sedang diangkat. Sifatnya ini mengejek,
menyindir dan mengolok-olok. Kartun yang terdapat pada karikatur berbeda dengan
kartun yang biasa ditemukan pada koran. Untuk membedakan karikatur dengan
kartun yaitu gambarnya. Gambar yang terdapat karikatur hanya satu macam saja,
sedangkan di gambar kartun melebihi satu gambar. Lalu karikatur menekankan pada
sikap kritis dan protesnya dengan mengejek atau mengolok-olok yang terdapat
pada gambar, sedangkan kartun lebih sifatnya pada kemanusiaan.
Dengan demikian, karikatur dan kartun memiliki perannya masing-masing
dalam mengekspresikan gambar tersebut. Biasanya untuk membuat karikatur
tidaklah mudah, surat kabar harus memilki tenaga ahli khusus pada bidang ini.
Sebab tidak semua orang bisa membuat ilustrasi karikatur, hanyalah orang yang
memilki keahlian khusus pada gambar.
D.
Artikel
Artikel merupakan karangan yang membahas tentang suatu topik. Nantinya
akan disampaikan suatu data fakta yang tujuannya adalah meyakinkan, membujuk
ataupun menghibur pembaca. Contohnya, seperti risalah, artikel ilmiah, arikel
populer, kolom dan esai.
Biasanya risalah juga disebut sebagai brosur yang berisikan ide atau
gagasan dalam peulisannya. Beda halnya dengan artikel ilmiah, tulisan yang satu
ini berpedoman dengan metode teori, data dan faktanya. Artikel ilmiah dapat
ditemui di jurnal-jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh kalangan lembaga
keilmuan. Ada pula kolom, yang membahas mengenai masalah yang telah dimuat oleh
berita-berita sebelumnya. Karena kolom hanya terletak pada kolom pendek maka
isinya hanya penekanan terhadap aspek yang menjadi fokusnya saja. Kolom lebih
dekat dengan tajuk rencana. Akan tetapi, tajuk rencana berasal dari tulisan
orang dalam (redaksi). Hal ini untuk mencerminkan sikap surat kabar dan
biasanya nama penulis tidak dicantumkan pada tajuk tencana. Beda dengan kolom,
tulisan itu berasal dari orang luar (seseorang yang berasal dari luar surat
kabar) dan nama penulisnya dicantumkan. Biasanya penulis kolom/kolomnis sudah
memiliki nama dan ahli pada bidang tertentu karena nama penulis tersebut
sebagai daya tarik yang memiliki bobot tersendiri. Lalu ada juga esai. Esai
sama halnya dengan kolom yaitu sama-sama pendek, mengandaikan orang yang sudah
tahu fakta dan data yang dibahas. Kolom memilki sifat sama dengan artikel lain
pada umumnya yaitu tidak terlalu memperhatikan atau memakai keindahan bahasa.
Akan tetapi, kalau esai sangat memperhatikan keindahan bahasanya. Adanya
keindahan bahasa membuat esai menjadi lebih akrab kepada pembaca. Esai memiliki
sifat personal karena langsung dari pribadi si penulisnya terhadap suatu
masalah. Dengan demikian, esai masuk ke golongan karya sastra non-imajinatif.
Ada beberapa ciri, karakter dan sifat artikel pada surat kabar yaitu
aktual (sesuatu yang baru hangat terjadi), berdampak luas (menyangkut
kepentingan hajat banyak orang dalam cakupan yang luas) dan pengandaian
data-fakta (topik yang dibahas merupakan faktual maka hanya perlu kutipannya
saja dan faktanya tak lagi dibeberkan).
Lalu ada beberapa ciri, karakter dan sifat dari artikel non-jenis prisma
yaitu tidak harus aktual (masalah atau topik yang diangkat tidak harus masalah
yang sedang dibicarakan masyarakat atau pun yang sedang hangat),
Inilah beberapa penjelasan
dari keempat opini yang ada disurat kabar. Tulisan-tulisan tersebut memiliki
ciri khas dan tujuannya masing-masing. Walaupun berbeda, karangan-karangan
tersebut tetap menjadi satu dalam opini disurat kabar. Peran empat opini
tersebut sangat membantu pers khusunya di surat kabar. Perannya diantara lain:
è
Sebagai kaki yang keempat
demokrasi. Ada DPR yang memiliki tugas: membuat UUD, Melaksanakan kontrol
terhadap pemerintah dan menyetujui APBN/APBD. Lalu kaki keempatnya yaitu
sebagai kontrol pers yang memberitakan kepada publik baik kepada pemerintah
langsung ataupun masyarakat umum. Pemberitaan tersebut pun mengenai masalah
yang menyangkut masyarakat umum. Dengan demikian, opini memberitakan kepada
pemerintah agar mengetahui sesuatu yang sedang terjadi dimasyarakat. Namun,
masyarakat akan diberitakan pula tentang pemerintahnya, apa yang sedang terjadi di dalam
kepemerintahan. Jadi saling memberikan kabar anatara masyarakat dan pemerintah.
Perslah sebagai jembatannya.
è
Mengulas berita yang sedang
hangat diberitakan. Memuji kinerja pemerintah yang baik tapi, megkritisi pula
kinerja pemerintah yang buruk. Ini sebagai salah satu ungkapan masyarakat terhadap
pemerintah agar mampu diarahkan oleh suara-suara rakyatnya. Dengan melihat
jumlah masyarakat yang banyak lalu dibandingkan dengan tulisan yang beberapa
penulis saja yaitu dari orang dalam (hanya reaksi) dan orang luar (hanya
beberapa orang saja). Salah satu tulisan itu sudah mewakili harapan dan
keinginan masyarakat, walaupun yang menulis ataupun beropini tersebut hanyalah
beberapa saja, semua sudah terwakilkan.
è
Sebagai penghibur, ini
terdapat pada karikatur dan pojok. Pojok
berjenaka dan berhumoris dengan tulisan dan karikatur bercerita dengan gambar-gambar
yang mengolok-olok. Walaupun demikian, maksud dari kejenakaan tersebut masih
ada unsur kritikannya terhadap kebijakan pemerintah ataupun masalah yang sedang
hangat terjadi. Tapi menyajikan kritikan tersebut dibaluti dengan kejenakaan
dan humorisnya.

Komentar
Posting Komentar