Opini


Opini bukan hanya sekadar tulisan yang muncul pada surat kabar. Akan tetapi, peran dalam opini disurat kabar sangat dibutuhkan oleh pers. Opini tidak dapat dipisahkan oleh surat kabar dan ia merupakan bagian penting pula di media cetak. Opini tersebut terdiri dari tajuk rencana, pojok, karikataur dan artikel. Berikut penjelasan mengenai tajuk rencana dan pojok.
A.    Tajuk Rencana
Tajuk rencana biasa disebut editorial atau induk karangan yang terdapat pada koran. Biasa ditemukan pada bagain rubrik opini dan mengulas tentang peristiwa yang sedang hangat diberitakan. Setiap media memiliki kebijakannya masing-masing. Koran indenpenden berdiri sendiri dengan kata lain bersifat mandiri. Mereka adalah prinsip-prinsip pres jadi, jika ada kebijakan pemerintah yang salah akan dikritik. Akan tetapi, kalau ada kebijakan pemerintah yang baik maka akan dipuji. Semua itu tergantung kebijakan dari masing-masing surat kabar.
Dalam tajuk rencana yang berperan adalah redaksi. Mengulas tentang masalah yang menarik bagi pembaca seperti peristiwa atau masalah yang aneh, luar biasa dan bertentangan. Dalam rapat, redaksi menuangkan opini pemikiran-pemikiran yang nantinya bisa dipertanggungjawabkan.
Ada 4M fungsi yang terdapat dalam tajuk rencana yaitu:
1.      Menjelaskan berita
2.      Mengisi latar belakang
3.      Meramalkan masa depan
4.      Meneruskan suatu penilaian moral
Empat M tersebut tergantung atas kebijakan redaksi dari surat kabar. Semua kembali kepada redaksi masing-masing, mana yang akan dijadikan fungsi diantara 4M tersebut.

B.     Pojok
Pojok masuk ke dalam sejarah pers Indonesia termasuk tajuk rencana dan karikatur. Ia juga memiliki peran penting dalam opini di surat kabar. Pernah ada salah satu koran yang terbit di Bandung yang merupakan organisasi Sarekat Islam. Mereka menyadari sebagai organisasi seharusnya memiliki propaganda dalam mengaspirasikan suara dalam bentuk media massa.
Redaksi surat kabar memiliki tanggung jawab terhadap pojok. Letak pada pojok berada di posisi pojok di surat kabar dan dibagian opini bersama tajuk rencana dan karikatur. Walaupun pojok terletak pada posisi terkecil dan sering diremehkan. Akan tetapi, peran dan makna yang terkandung dalam pojok amatlah penting. Pojok pun merupakan karangan yang penting sebab hanya terdapat pada pers khususnya pada surat kabar.
Bahasa merupakan alat utama dari pojok, sama halnya dengan tajuk rencana. Akan tetapi, dua karangan ini memiliki bentuk dan makna yang berbeda. Pojok lebih hemat kata dan bahasanya lebih ke arah celetukan yang bernada humoris dan sifatnnya juga mengeritisi dan menyindir. Kalau tajuk rencana bahasanya lebih panjang dan tidak ada unsur humorisnya.
Pojok berisikan unsur celetukan dan humoris, bahasanya lumayan jenaka yang sadar tidak sadar malah menyidir dan mengeritisi. Hal ini sama dengan karikatur, hanya saja pojok mengespresikannya dengan bahasa lalu karikatur dengan gambar. Pojok tidak ditulis oleh orang sembarangan hanya orang yang memilki kemampuan bermain kata sinis dan humoris saja.
Terdapat dua bagian pada pojok, yaitu bagian pertama merupakan bagian kutipan peristiwa, masalah atau berita yang akan dikomentari. Lalu bagian kedua merupakan bagian komentar si penulis terhadap peristiwa atau masalah tersebut. Pojok merupakan bagian opini di surat kabar tapi tidak semua surat kabar memiliki rubrik ini.

In Syaa Allah, nanti akan dijelaskan lagi mengenai karikatur dan artikel.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cari yang Gelap

Datang, Pilih, Beli...Simpelkan?

Tidak Berselimut Manja