Tidak Berselimut Manja
(Pengungsi Rohingya membawa bantuan dekat kamp pengungsi Balukhali, Cox's Bazar, Bangladesh, Senin (23/10/2017). Foto/Reuter - sindonews.com ) Pesan dalam fakta yang menyakitkan . Selimut yang tidak bertuah me ngalungkan nasi b mereka. Berbasuh kesedihan dan keratapan dengan keyakinannya. Agama bagaikan kunci yang harus selalu dipegang erat mereka, meskipun banyak jiwa telah melayang dan terluka. Namun, jeritan sakit itu akan ada imbalannya dari Sang Pencipta, yaitu surga bagi mereka. Ada beberapa masyarakat Mya n mar yang pernah tinggal di Rohingya dalam beberapa generasi. Suatu hal yang diingat Myanmar, tapi sayang tidak ada aroma harum di benak mereka . Hati-hati mereka seperti membeku saat mendengar Agama Muslim. Melebihi kerasnya batu, batu bisa hancur dengan terjangan air, namun ini sebaliknya. Pemahaman Rohingya bagaikan lautan buih bagi Myammar. Bahkan, bagi Myammar itu merupakan batu sandungan. Dikutip dari sindonews.com Kepala Bad...